TERASPOST.COM//LEMBANG – Sebagai upaya melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian, melalui BBPP Lembang, membuka kesempatan bagi generasi muda untuk praktik atau magang. Hal ini dimanfaatkan sejumlah mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.
Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia
“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.”
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.
“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.
Kegiatan PKL Unsoed dan Unpad diikuti empat mahasiswi selama satu bulan dan berakhir Selasa (5/8/2025). Para mahasiswi ini menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.
Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan PKL-nya di berbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.
Ulima Fatikah Nadia Fawwaz dan Naurotul Ahadiyah dari Universitas Jendral Soedirman mempelajari budidaya dan pengolahan hasil tanaman Kopi.
Ulima mendalami pengolahan kopi dengan metode full wash dan semi wash sementara Naurotul belajar pengolahan dengan metode honey dan wine. Kopi tersebut mereka pelajari dari perawatan, pemanenan, hingga pasca panen.
Sedangkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Vamela Amelia Mulyana dan Dea Mariska, mempelajari budidaya Pakcoy.
Vamela mendalami teknik persemaian untuk peningkatan produksi bibit sementara Dea mempelajari sistem irigasi tetes dengan pemanfaatan internet of things untuk budidaya pakcoy di dalam screenhouse.
Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.
“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tutup Ajat.(***)

