Site icon Teras Post

Jawab Tantangan Aging Farmer, Polbangtan Kementan Perluas Program Pemberdayaan Pemuda Pertanian

TERASPOST.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat perannya dalam mendukung regenerasi petani melalui perluasan jangkauan program pemberdayaan pemuda di sektor pertanian.

Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), Polbangtan Yoma tidak hanya berfokus mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul melalui pendidikan formal, tetapi juga memperluas manfaat program pengembangan kapasitas bagi berbagai kelompok masyarakat.

Mulai tahun 2027, Polbangtan Yoma akan mengimplementasikan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini menyasar pemuda, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Program YESS-SI merupakan pengembangan dari Program YESS yang sebelumnya telah menjangkau lebih dari 300 ribu pemuda di 19 kabupaten pada empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Program tersebut berhasil meningkatkan indeks kepemilikan aset rumah tangga hingga 60 persen.

Melalui YESS-SI, Polbangtan Yoma akan melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas pemuda pedesaan agar mampu mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pesan saya kepada para pemuda adalah memiliki karakter jujur, disiplin, pekerja keras, serta tidak menggantungkan harapan kepada orang lain. Mimpi besar kita adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Baca Juga: Brigade Pangan Aceh Besar Gelar Gerakan Tanam Serempak untuk Perkuat Produksi Padi Nasional

“Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir,” katanya.

Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Polbangtan Yoma menggelar Sosialisasi Proyek Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Generasi Muda di Sektor Pertanian (YESS-SI) Tahun Anggaran 2027 pada 4–5 Juni 2026.

Kegiatan ini melibatkan National Project Management Unit (NPMU) YESS, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, serta Dinas Pertanian kabupaten/kota calon lokasi pelaksanaan program.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut.

“Kami ingin mengembangkan sinergi yang telah terbangun menjadi kolaborasi yang memberikan dampak lebih luas bagi penerima manfaat di DIY dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Hermawan, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuhnya petani muda dan wirausahawan pertanian. Program ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, agar terintegrasi secara ekonomi melalui pekerjaan dan kewirausahaan berbasis pertanian.

Sementara itu, Basuki Setiabudi selaku NPMU YESS Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa proyek YESS-SI dirancang untuk menarik minat pemuda usia 17–39 tahun agar terjun ke sektor pertanian.

“Program ini akan mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian, dari sektor yang dianggap tradisional menjadi sektor yang menguntungkan, modern, dan bergengsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan regenerasi akibat dominasi tenaga kerja usia lanjut atau aging farmer.

“Melalui YESS-SI, kita berupaya menjawab tantangan regenerasi petani sehingga keberlanjutan sektor pertanian nasional dapat terjaga,” pungkasnya.(*)

Exit mobile version