Site icon Teras Post

Sambungan Bangunan Bocor Meski Sudah Diberi Sealant, Apa Penyebabnya?

4eb8f4dc248cbfabc2e411b0

TERASPOST.COM – Sealant atau silen merupakan material yang berfungsi untuk melindungi celah dan sambungan pada bangunan dari berbagai zat seperti air, debu, maupun kotoran. Namun pada kenyataannya, dalam kondisi tertentu kebocoran tetap dapat terjadi meski sudah diberi perlindungan. Apabila dibiarkan, tentunya kondisi ini dapat mengganggu hingga merusak bangunan.

Terjadinya kebocoran tersebut umumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih mendalam, artikel ini akan membahas tentang faktor penyebab sambungan bangunan bisa alami kebocoran meski sudah diaplikasikan silen. Simak pembahasannya berikut.

Mengapa Sambungan Bangunan Bisa Bocor Meski Sudah Diberi Sealant?

Sambungan maupun celah yang sudah diaplikasikan sealant tetap bisa mengalami potensi kebocoran. Faktor-faktor yang menyebabkannya bisa meliputi banyak hal, mulai dari material yang digunakan hingga langkah pengaplikasian yang kurang tepat. Lebih lengkapnya, simak poin-poin di bawah ini.

Kebocoran dapat disebabkan oleh permukaan yang kurang disiapkan. Untuk itu, permukaan sambungan perlu dipastikan bersih, kering, dan bebas dari debu, minyak, maupun material lain yang dapat mengganggu daya rekat.

Pasalnya jika permukaan masih kotor atau terlalu lembap, material silen dapat sulit menempel. Apabila dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan sambungan terlepas dan membuka celah yang memungkinkan air masuk.

Penyebab kedua yaitu karena material yang digunakan tidak sesuai. Setiap sambungan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Dalam memilih material, Anda perlu mempertimbangkan jenis permukaan, lokasi aplikasi, tingkat paparan air, serta kondisi lingkungan.

Sementara itu, menggunakan produk yang tidak sesuai dapat membuat perlindungan sambungan tidak bertahan optimal dan lebih mudah mengalami kerusakan.

Sambungan dapat mengalami pergerakan akibat perubahan suhu, pemuaian dan penyusutan material, maupun pergerakan struktur. Jika material tidak memiliki fleksibilitas yang sesuai, lapisan dapat retak atau terlepas. Celah yang terbentuk kemudian dapat menjadi jalur masuknya air.

Cara aplikasi juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Ketebalan yang tidak sesuai, bentuk aplikasi yang kurang rapi, atau pengisian celah yang tidak merata dapat menciptakan titik lemah pada sambungan. Oleh karena itu, proses aplikasi perlu mengikuti metode yang direkomendasikan agar material dapat bekerja secara optimal.

Paparan sinar matahari, hujan, perubahan suhu, dan kelembapan secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi material. Seiring bertambahnya usia, material juga dapat kehilangan elastisitas atau mengalami penurunan daya rekat. Jika sudah muncul retak, perlindungan sambungan perlu segera diperiksa dan ditangani.

Dampak Jika Kebocoran Dibiarkan

Setelah mengetahui penyebab kebocoran pada sambungan bangunan, Anda perlu lebih waspada dan rajin memeriksanya. Apabila sudah nampak gejala kebocoran pada sambungan, baiknya hal tersebut tidak dianggap sepele. Pasalnya jika dibiarkan terlalu lama, air dapat masuk melalui celah dan perlahan memengaruhi material di sekitarnya. Berikut penjelasan dampak lainnya.

Sambungan yang mulai muncul retak dapat menjadi jalur masuknya air dan memicu kelembapan pada bangunan. Jika kondisi ini berlangsung lama, bukan hanya bangunan saja yang menjadi terasa lembab, melainkan situasi ini dapat menyebabkan munculnya noda atau rembesan pada permukaan interior.

Air yang masuk melalui sambungan dapat memengaruhi material di sekitarnya. Beton, lapisan finishing, atau material lainnya dapat mengalami perubahan kondisi akibat paparan air yang terjadi secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu pengelupasan, perubahan warna, hingga kerusakan pada permukaan.

Kebocoran yang tidak segera ditangani juga dapat mempercepat kerusakan pada material silen sebagai pelindung sambungan. Paparan air yang berlangsung lama serta perubahan suhu dan kondisi lingkungan, dapat membuat material kehilangan daya rekat lebih cepat. Akibatnya, celah dapat semakin lebar dan kebocoran menjadi lebih sulit ditangani.

Jika kebocoran terjadi pada sambungan fasad, dampaknya tidak hanya terlihat pada bagian luar bangunan. Melainkan air dapat merembes ke area interior dan menyebabkan dinding lembap hingga lapisannya mengelupas.

Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan sejak tanda kebocoran muncul penting dilakukan agar kerusakan tidak meluas.

Pilihan Sealant untuk Membantu Melindungi Sambungan Bangunan

Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa kebocoran pada sambungan bangunan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari persiapan permukaan hingga kerusakan akibat cuaca dan usia. Jika dibiarkan hingga lama, air dapat merusak material di sekitar sambungan dan memengaruhi kondisi bangunan.

Untuk itu, pastikan pemilihan material dan proses aplikasinya dilakukan dengan tepat agar sambungan tetap terlindungi dan tahan lama. Salah satu produk yang bisa digunakan ialah Sikasil®-701. Produk ini unggul karena memiliki ketahanan baik terhadap cuaca, memiliki daya rekat tinggi terhadap banyak material, dan sangat mudah diaplikasikan.

Anda tidak perlu ragu menggunakan solusi Sika karena dengan pengalaman selama 115 tahun, perusahaan ini telah menjadi bagian dari beragam proyek global, seperti proyek Museum Grand Mesir di Giza, Mesir (2019) dan MRT di Indonesia. Tidak hanya itu, di Indonesia, Sika juga menjadi brand pertama yang mencetuskan produk waterproofing semen.

Apabila tertarik, Anda bisa lakukan konsultasi lebih dulu dengan tim Sika untuk dapatkan produk yang sesuai kebutuhan proyek melalui Kontak/Dukungan Sika Indonesia. Informasi lengkap terkait produk sealant bisa Anda dapatkan pada laman Sika.

Exit mobile version