TERASPOST.COM, Sleman – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.

Sebelumnya, Polbangtan Yoma menggunakan kurikulum berbasis Kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan OBE, kurikulum disempurnakan agar proses pembelajaran berfokus pada kompetensi dan capaian nyata yang harus dimiliki lulusan, bukan sekadar materi pembelajaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya strategi ini dalam mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi menghadapi tantangan global. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan SDM unggul, selaras dengan program pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan program makan bergizi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polbangtan Yoma menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 9–11 Maret 2026 di University Club (UC) UGM, Sleman, Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi pendidikan, termasuk Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dwi Sulisworo, yang memaparkan pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan evaluasi berbasis hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum OBE penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di sektor pertanian.

“Melalui kurikulum OBE, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Kurikulum ini akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 agar lulusan Polbangtan Yoma memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” jelas Hermawan.

Workshop ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada hasil, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian, sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *